MEMBANGUN KEHARMONISAN  DALAM KEMAJEMUKAN.
Karya Tulis

MEMBANGUN KEHARMONISAN DALAM KEMAJEMUKAN.

Dr. Noer Rohmah, M.pd.i 30 April 2024 110 Dibaca

Kampus STIT Ibnu Sina Malang baru-baru ini menyelenggarakan acara Halal-Bihalal dan Kuliah Terbuka dengan Tema Membangun Kehrmonisan Dalam Kemajemukan pada hari Minggu, 28 April 2024 bertempat di Aula STIT Ibnu Sina . Acara ini dihadiri oleh Gus Ahmad Mudhofir Zuhri (Penulis Buku Filsafat Untuk Pemalas selaku Pembicara dalam acara tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung silaturrohim antar Dosen, Mahasiswa juga Alumni STIT Ibnu sina.


Oleh : Marita Restyani *

Kampus STIT Ibnu Sina Malang baru-baru ini menyelenggarakan acara Halal-Bihalal dan Kuliah Terbuka dengan Tema “ Membangun Kehrmonisan Dalam Kemajemukan” pada hari Minggu, 28 April 2024 bertempat di Aula STIT Ibnu Sina . Acara ini dihadiri oleh Gus Ahmad Mudhofir Zuhri (Penulis Buku “Filsafat Untuk Pemalas”) selaku Pembicara dalam acara tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung silaturrohim antar Dosen, Mahasiswa juga Alumni STIT Ibnu sina.

Kemajemukan adalah realitas yang tak terhindarkan dalam masyarakat modern. Beragamnya latar belakang budaya, agama, bahasa, dan kepercayaan merupakan ciri khas dari masyarakat yang inklusif. Dalam Pembukaan acara Ibu Dr.Noer.Rohmah, M.PdI. selaku Ketua STIT Ibnu Sina mengingatkan pentinganya untuk menjaga keharmonisan dalam perbedaan. Beliau Mengatakan“Indonesia sudah dari dahulu majemuk (bersuku-suku dan berbangsa-bangsa) untuk menghindari perpecahan antar bangsa kita harus toleransi, karena banyak perpecahan yang terjadi di Indonesia yang salah satu penyebabnya adalah Intoleransi “.

Selanjutnya  dalam kegiatan inti Gus Ahmad Mudhofir menyampaikan materi dengan diawali kutipan ayat Al-Qur’an yakni QS.Muhammad : 22 yang artinya Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, atau jika kamu berpaling dari iman, kamu akan berbuat kerusakan di bumi, menumpahkan darah, dan memutuskan hubungan kekeluargaan .”

Apakah ketika seseorang memiliki kekuasaan, wewenang, popularitas, pengetahuan, gelar,  kekayaan kalian berpaling dari agama tuhan lantas merusak bumi, merusak ekosistem, merusak kebhinekaan dan memutuskan silaturromi. beliau menjelaskan bahwa ketika seseorang sudah menjadi tokoh atau sudah berproses setelah menjadi apa lalu memiliki a, b, c kemudian mereka merusak bumi dan bersikap intoleran. Dalam artian kerusakan muka bumi yang mencederai kebhinekaan itu semua diprakrasai oleh mereka yang memiliki pengetahuan. Dan itu semua merupakan prodak Pendidikan. Maka ketika banyak produk-produk perguruan tiiggi yang rusak berarti ada yang salah dari pendidikan , baik itu ajaran pekertinya, moralitas maupun tidak menghargai pendidikan itu sendiri.

Kesimpulan nya adalah ada tiga poin penting yang saya ambil dari keseluruhan materi yang beliau sampaikan  yakni IMAN, ILMU, dan AKHLAK . Dimana Iman dan Ilmu ada tempat sekolahnya baik itu, dari pendidikan terendah sampai perguruan tinggi, sedangan akhlak  tidak cukup hanya ditempat belajar namun harus tetap dibawa sampai mati. Dan Akhlak  inilah yang akan membuat  seseorang memiliki hati yang mulia dan akan melahirkan sifat-sifat baik lainnya ( Tasamuh, Ta’awun, sabar, Jujur, Bertanggung Jawab).

Dengan demikian, kegiatan  ini memberikan pemahaman mendalam tentang peran serta tanggung jawab dalam Membangun keharmonisan dalam kemajemukan adalah tugas bersama yang membutuhkan komitmen dari setiap individu dan kelompok dalam masyarakat. Dengan menghargai perbedaan, membangun kesadaran, Menyambung Silaturrohmi  dan tidak merusak kebhinekaan , kita dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan damai bagi semua orang. Dan itu semua bisa dicapai ketika seseorang memiliki akhlak dan pekerti yang baik.

Karya Tulis Lainnya