Berita / Berita

STIT Ibnu Sina Malang Gelar Seminar Bertema "Literasi Waqaf Produktif dan Waqaf Bidang di Lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU)"

Dr. Noer Rohmah, M.pd.i October 28th, 2025 923 views
STIT Ibnu Sina Malang Gelar Seminar Bertema

Kampus STIT Ibnu Sina Malang sukses menyelenggarakan  Seminar dengan tema “Literasi Waqaf Produktif dan Waqaf Bidang di Lingkungan Perguruan Tinggi NU” Seminar ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi waqaf di kalangan civitas akademika NU, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus STIT Ibnu Sina Kepanjen Malang, dan dihadiri oleh 128 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen STIT Ibnu Sina Malang, pengurus lembaga NU, Ibu Muslimat dan Fatayat Kecamatan Kepanjen, Pengurus MWCNU Kepanjen.

Acara yang digelar pada Ahad, 26 Oktober 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara STIT Ibnu Sina Kepanjen, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Malang Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat kampus terhadap pentingnya pengelolaan waqaf secara produktif serta mendorong implementasi waqaf bidang di lingkungan perguruan tinggi.

Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua STIT Ibnu Sina. Ibu Dr.Noer Rohmah, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini sebagai wujud komitmen institusi dalam mengembangkan potensi waqaf produktif untuk mendukung kemajuan kampus dan masyarakat. Serta keuntungan ekonomi yang diperoleh dari waqaf  yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh ummat.   Ketua STIT Ibnu Sina menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang waqaf agar dapat diimplementasikan secara efektif serta dapat mengurangi beberapa kelemahan yang terjadi dalam hal waqaf baik yang produktif maupun waqaf bidang.

Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Lembaga Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama  (LPTNU) Gus Muhammad Ana Zam-Zami, M.Pd. Beliau menjelaskan signifikansi waqaf sebagai instrumen keuangan syariah yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat, serta mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menggali dan mengembangkan potensi waqaf produktif di lingkungan perguruan tinggi NU. Harapan beliau dengan hadirnya Ketua LWPNU ini dapat memyampaikan nilai-nilai Manfaat Berwaqaf yang   dapat membawa Kemaslahatan Ummat dimasa yang akan datang.

Materi utama seminar disampaikan oleh Bapak H.Tri Waluyo, SH. M.Si, Selaku Ketua Lembaga Wakaf Pengurus Nahdlatul Ulama (LWPNU) yang bertindak sebagai narasumber. Pada sesi ini, beliau memaparkan konsep waqaf produktif, strategi pengelolaan waqaf yang inovatif, Dalam paparannya, beliau menjelaskan konsep dasar waqaf produktif dan waqaf bidang, serta mencontohkan berbagai praktik pengelolaan waqaf yang berhasil diterapkan di beberapa lembaga NU di Indonesia. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mendalam bagi peserta guna mendorong optimalisasi sumber daya waqaf, “Waqaf yang dikelola dengan prinsip produktif dapat menjadi sumber daya ekonomi berkelanjutan yang menopang pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan masyarakat, terkhusus sebagai Mahasiswa Ibnu sina  yang juga seorang santri harus dapat memahami nilai’ nilaii yang terkandung dalam waqaf dan Mengimplementasikan dalam Kehidupan sehari-hari ” ungkapnya .


Gb.Panitia bersama Audiens & Narasumber

Seminar diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber. Kegiatan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta pengurus NU di lingkungan kampus, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap topik waqaf produktif.

Dari hasil seminar disimpulkan beberapa poin penting:

1.   Literasi dan edukasi waqaf perlu terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi NU.

2.   Perguruan tinggi memiliki potensi strategis  dan relevan untuk mengembangkan model waqaf produktif dan berkelanjutan.

3.   Diperlukan kolaborasi antara lembaga pendidikan, keagamaan, dan pengelola waqaf untuk menciptakan ekosistem waqaf yang profesional.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, dan peserta. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran STIT Ibnu Sina Kepanjen sebagai kampus penggerak literasi waqaf dan ekonomi umat berbasis pendidikan.


Penulis : Marita Restyani ( Mahasiswa Prodi PAI Semester 7)

Berita Lainnya

Berita

STIT Ibnu Sina Malang Gelar Seminar Bertema "Literasi Waqaf Produktif dan Waqaf Bidang di Lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU)"

Dr. Noer Rohmah, M.pd.i 28 Oct 2025
STIT Ibnu Sina Malang Gelar Seminar Bertema

Kampus STIT Ibnu Sina Malang sukses menyelenggarakan  Seminar dengan tema “Literasi Waqaf Produktif dan Waqaf Bidang di Lingkungan Perguruan Tinggi NU” Seminar ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi waqaf di kalangan civitas akademika NU, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus STIT Ibnu Sina Kepanjen Malang, dan dihadiri oleh 128 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen STIT Ibnu Sina Malang, pengurus lembaga NU, Ibu Muslimat dan Fatayat Kecamatan Kepanjen, Pengurus MWCNU Kepanjen.

Acara yang digelar pada Ahad, 26 Oktober 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara STIT Ibnu Sina Kepanjen, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabupaten Malang Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat kampus terhadap pentingnya pengelolaan waqaf secara produktif serta mendorong implementasi waqaf bidang di lingkungan perguruan tinggi.

Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua STIT Ibnu Sina. Ibu Dr.Noer Rohmah, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini sebagai wujud komitmen institusi dalam mengembangkan potensi waqaf produktif untuk mendukung kemajuan kampus dan masyarakat. Serta keuntungan ekonomi yang diperoleh dari waqaf  yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh ummat.   Ketua STIT Ibnu Sina menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang waqaf agar dapat diimplementasikan secara efektif serta dapat mengurangi beberapa kelemahan yang terjadi dalam hal waqaf baik yang produktif maupun waqaf bidang.

Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Lembaga Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama  (LPTNU) Gus Muhammad Ana Zam-Zami, M.Pd. Beliau menjelaskan signifikansi waqaf sebagai instrumen keuangan syariah yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat, serta mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menggali dan mengembangkan potensi waqaf produktif di lingkungan perguruan tinggi NU. Harapan beliau dengan hadirnya Ketua LWPNU ini dapat memyampaikan nilai-nilai Manfaat Berwaqaf yang   dapat membawa Kemaslahatan Ummat dimasa yang akan datang.

Materi utama seminar disampaikan oleh Bapak H.Tri Waluyo, SH. M.Si, Selaku Ketua Lembaga Wakaf Pengurus Nahdlatul Ulama (LWPNU) yang bertindak sebagai narasumber. Pada sesi ini, beliau memaparkan konsep waqaf produktif, strategi pengelolaan waqaf yang inovatif, Dalam paparannya, beliau menjelaskan konsep dasar waqaf produktif dan waqaf bidang, serta mencontohkan berbagai praktik pengelolaan waqaf yang berhasil diterapkan di beberapa lembaga NU di Indonesia. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mendalam bagi peserta guna mendorong optimalisasi sumber daya waqaf, “Waqaf yang dikelola dengan prinsip produktif dapat menjadi sumber daya ekonomi berkelanjutan yang menopang pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan masyarakat, terkhusus sebagai Mahasiswa Ibnu sina  yang juga seorang santri harus dapat memahami nilai’ nilaii yang terkandung dalam waqaf dan Mengimplementasikan dalam Kehidupan sehari-hari ” ungkapnya .


Gb.Panitia bersama Audiens & Narasumber

Seminar diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber. Kegiatan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta pengurus NU di lingkungan kampus, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap topik waqaf produktif.

Dari hasil seminar disimpulkan beberapa poin penting:

1.   Literasi dan edukasi waqaf perlu terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi NU.

2.   Perguruan tinggi memiliki potensi strategis  dan relevan untuk mengembangkan model waqaf produktif dan berkelanjutan.

3.   Diperlukan kolaborasi antara lembaga pendidikan, keagamaan, dan pengelola waqaf untuk menciptakan ekosistem waqaf yang profesional.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, dan peserta. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran STIT Ibnu Sina Kepanjen sebagai kampus penggerak literasi waqaf dan ekonomi umat berbasis pendidikan.


Penulis : Marita Restyani ( Mahasiswa Prodi PAI Semester 7)

924
0